Laman

Sabtu, 06 Oktober 2012

Mengharap pelipur

kata-kata yang berteriak di jendela
mencoba di himpun angin
tornado yang menyerakkan pasir-pasir
masih tetap utuh di ujung benua
sayangnya lumut-lumut tak tergoda
masih setia di batu mereka
sampai kata-kata itu menua tanpa usia
terompet itu sekali lagi mengibarkan debu-debu
menghunuskan pedang yang berganti bedil
pecahkan para pelopor
kaca itu kedap suara
dan juga kedap suasana
lajulah kereta kalahkan bendi
biar tak tenang dalam hati
tapi sanggup padamkan api-api
hari ini, entah di mana
semoga hati tetap emas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar