cari aku di dalam gelembung
tercekal di dinding tipis transparan
menggeram pun tak berguna
sebas, yang pasti tak selalu ada
temukan aku melintasi malam
menunggang perahu yang tak selalu damai
aku mengukir selalu prasasti dambaan
menang, menangkan hatimu yang bercerita dalam diam
biarkan aku menguntai kenangan
yang hanya bisa ku tampilkan
dalam tempat yang pernah kau singgahi
walau aku tak pernah selalu di sampingmu
kau lihat aku
selalu berjalan di tanahmu
yang berisi jejak-jejakmu
sambil bertahan berkhayal melambungkan masa lalu
aku tahu, karena diammu
merupakan bahasa isyaratmu
dari yang tak terbahasakan
dan yang terlalu kau takutkan juga
sampai situ
dan aku tetap terperangkap di dinding yang bulat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar