kelak, dunia tak lagi berbicara
tertelan pundi-pundi yang bergelimpangan
hoi...
apakah pemuda-pemuda kelak hanya jadi data
tak lagi jadi sesuatu yang nyata
katakanlah kau masih ada
berkelas tinggi budi baiknya
bukan hanya jadi buah busuk saja
hoi....
mengertilah tentang air mata tua itu
air mata yang menetes air mata
berkeluh-keluh juga peluh
terinjak kebaikan yang sudah pasti semu
andai kau bisa berfikir
hoi....
seruanku tak terencana dengan pasti
namun maukah kau mengerti ini
setiap aku bergerak inci demi inci
bisakah tak kau bilang terlalu dini
prematur katamu nanti
tapi kapan lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar