semenjak aku dapat mengingat. aku tak tahu apa yang aku sedang lakukan kala itu. diriku seperti tubuh kosong tanpa kehendak. hanya berpacu dengan jantung untuk melanjutkan hidup. tanpa tujuan dan harapan. semua yang ku lalui hanya mengalir dengan derasnya tanpa ada suatupun yang menghalanginya. hidupku dalam ikatan jasad ini, hanya permainan perasaan tanpa kepuasan. rasaku tersangkut jauh di masa lalu, dan tak mungkin lagi dapat ku tarik kembali. aku hidup dalam kekurangan rasa, dan kekeringan jiwa. hanya rohaniku yang mulai di sirami dengan doktrin-doktrin yang menurut mereka benar. aku juga hanya seperti botol kosong yang menerima apa saja dalam kapasitasnya sebagai botol. jika penuh, maka meluberlah. catatan atau semacamnya itu tak penting lagi bagiku. karena semuanya mengalir deras tanpa terbendung oleh kata-kata. aku bergerak hanya jika ada air yang mengaliri tubuhku saja. seperti generator air, yang tak akan menyala jika tidak di pasang di aliran air yang deras. angin yang lalu lalang juga hanya ku perhatikan saja. tanpa ada rasa terbang di dalamnya. aku kadang iri pada burung yang terbang di langit dengan bebasnya. tapi aku hanyalah tubuh tanpa rasa. kekeringan jiwa menjadi sebuah klise panjang yang aku jalani. terima atau tidak, hidupku memang seperti adanya daun kering. terombang ambing oleh angin. di putuskan induknya lagi karena tidak berguna. jatuh ke tanah menjadi humus. atau terbakar matahari dan menjadi abu yang beterbangan. sejarah yang ku alami, begitu sangat tidak berharga. sehingga untuk mengingatnya lagi pun aku sangat malas. jangankan berusaha mengingatnya, terlintas pun menjadi sebuah larangan bagi keindahannya. mimpiku hanya menjadi sebuah mutiara yang terpendam dalam di kubangan lumpur yang mulai mengeras karena tidak ada air satu tetespun.
ceritaku hanya tidak berharga satu jengkalpun,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar